Add
Pin images from any website or computer of you
Upload a Pin

Add a pin
Find Images

    Create a Board

    Banner

    PRPBBI - Pesta 2015 - Pesta Bona Taon dan HUT I

    On 15 Nov 2020 - Rate this article ( 0 Votes )  - Ditulis oleh Maloni Parapat - Dilihat: 181 - Kategori: Berita & Kegiatan - 0 Comments

    Pesta HUT Parsadaan Siraja Parapat se-Indonesia di Sipoholon Rajut Kebersamaan

    Selasa, 24 Maret 2015

     

     Tarutung (SIB)- Laksda (Purn) FM Parapat PhD mengatakan, dewasa ini di mata Indonesia, orang Batak naik-turun. Bahkan di masa lalu pun banyak orang Batak tidak mau menyebutkan jati dirinya sebagai orang Batak dengan menghilangkan marganya dengan suatu tujuan tertentu. Padahal itu tidak perlu dan harus bangga menjadi orang Batak.

    "Harus bangga menjadi orang Batak dan harus bangga menjadi marga Parapat," tegas pensiunan bintang dua itu dalam Pesta Puncak Syukuran dan HUT Parsadaan si Raja Parapat, Boru, Bere dan Ibebere se-Indonesia di kompleks SMK Nahanson Parapat Sipoholon Tapanuli Utara, Minggu (22/3), yang dihadiri warga Parapat dari berbagai wilayah serta Wakil Bupati Taput Drs Mauliate Simorangkir MSDikatakan, secara khusus sampai saat ini di Angkatan Laut belum ada orang Batak yang sampai bintang tiga, namun di Angkatan Darat sudah lumayan. "Mungkin salah satu penyebab, seleksi di AL itu cukup ketat, tidak ada di sana KKN dan seleksi mengutamakan kualitas," ucap Ompu Maria Doli yang juga orang pertama marga Parapat meraih Doktor didampingi Ketua Umum Parsadaan si-Raja Parapat se-Indonesia Nelson Parapat SH  saat ditanya SSementara itu menyangkut historis marga Parapat yang tersebar di berbagai daerah, FM Parapat mengatakan, awalnya nenek moyang marga Parapat melalui Raja Sumurung Oloan tinggal di Parapat. Namun setelah generasi berikutnya Raja Mangalanang pindah ke Tambunan Balige sehingga lambat laun sudah jarang ada marga Parapat di Parapat dan sekarang hanya ada tugunya di Kelurahan Parapat.

    Sedangkan keturunan berikutnya Jangalan Nabegu pindah ke Sipoholon  dan di antara keturunannya ada yang pindah ke Rantau Prapat tepatnya di Silondut dan sekarang ada tugunya di sana. Di Rantau Prapat mereka memiliki kebun seluas kurang lebih 80 Ha. "Maka salah satu tujuan dari pesta ini adalah untuk merajut kebersamaan di tengah keluarga Parapat, boru, bere dan ibebere di mana pun berada. Dan untuk tahun depan saya mengharapkan agar yang menjadi tuan rumah syukuran adalah Siantar-Simalungun atau dilaksanakan di Parapat," harapnya.Sementara itu Ketua Umum Parsadaan si-Raja Parapat Nelson Parapat SH mengatakan, tujuan utama pesta tersebut agar lebih meningkatkan tali persaudaraan di antara sesama dan sekaligus mengingatkan warga Parapat untuk mengingat Bona Pasogitnya, bahkan jika Tuhan mengijinkan parsadaan tersebut harus bisa membuat program marsipature hutana be.

    Ia mengajak keluarga Parapat untuk menjauhi istilah "Hotel" (hosom, teal, elat dan late= iri, dengki dan benci), karena yang menjadi tekad adalah "sisada anak dohot sisada boru" atau menjauhi keegoan tapi saling tolong-menolong, sehati-sepikir demi mewujudkan peran serta untuk ikut mensejahterakan masyarakat.

    Dikatakan, organisasi tersebut bergerak di bidang sosial yang peduli terhadap pendidikan melalui Yayasan Parapat. "Yayasan ini telah banyak membantu anak sekolah sampai tamat. Untuk itu saya menghimbau agar seluruh pomparan Parapat, boru, bere dan ibebere untuk dapat memberikan kontribusinya membantu yayasan  beasiswa Parapat itu, agar beasiswa dapat berkesinambungan," katanya sambil memperkirakan saat ini sudah kurang lebih 2.000 KK keluarga Parapat.

    Nelson menjelaskan, rangkaian kegiatan pesta telah dilakukan, sejak Sabtu (21/3) antara lain, ziarah bersama, pengobatan gratis dan penanaman pohon. Acara kesehatan itu bekerjasama dengan Yayasan Surya Kebenaran Internasional.

    Wakil Bupati Taput Drs Mauliate Simorangkir dalam sambutannya mengatakan, perlu ada penelitian tentang perjalanan marga Parapat sehingga hasil penelitian itu dapat menjadi bahan bagi para generasi berikutnya. "Marga Parapat bukanlah golongan kecil, bahkan dunia tahu Danau Toba dengan kota Parapatnya," katanya.

    Untuk itu ia mengharapkan agar organisasi marga itu semakin maju dan berkembang, serta tidak semata hanya bergelut dalam adat istiadat. "Harus mamora di hajolmaon, mamora di parbinotoan dan mamora di habisukon," kata Mauliate yang juga merupakan bere dari Parapat.

    Selanjutnya Pengurus dan Panitia "mangulosi" Wakil Bupati Mauliate Simorangkir sembari mengharapkan agar sukses dalam menjalankan tugas di Tapanuli Utara. 

    Acara pesta diawali dengan kebaktian dipimpin Pdt Pintor Sitanggang MTh, Pdt Pantas Parapat MTh dan Pdt Senosa Parapat STh. Sedangkan doa ada yang dari muslim dan juga nasrani. Usai ibadah dilanjutkan dengan acara tortor bersama. (E01/q)

     (.....)

    Enjoyed this article? Share it

    About The Author

    Want to reach this author?